Strategi pembelajaran di sd
TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
TENTANG :
PEMBELAJARAN DI SD
Disusun Oleh
DEA AFRILA YUSNITA
1820185
Kelas 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M.pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ADZKIA
PADANG
2020/2021
Konsep Belajar
A. Pengertian konsep belajar
Menurut Hanafy,M.S.(2014 :68 -96) Belajar dalam arti luas merupakan proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya tingkah laku yang bukan disebabkan oleh kematangan atau sesuatu yang bersifat sementara sebagai hasil terbentuknya respons utama.
Belajar Menurut Para Ahli, yaitu:
B.F. Skiner (104-1990)
Sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model intruksi langsung (directed instruction) dan menyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Gaya belajar guru dilakukan deangan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan dan latihan.
2. Robernt M. Gagne
Belajar dipengaruhi oleh pertumbuhan dan lingkungan, namun yang paling besar pengaruhnya adalah lingkungan individu seseorang dimana sangat berpengaruh besar bagi seorang anak .meliputi lingkungan keluarga , geografis, sekolah dan lingkungan sosial. Belajar bersifat kompleks dalam pertanyan tersebut hasil belajar akan mengakibatkan perubahan pada diri seseorang , berupa kemampuan dan sikap yang baik.
Gagne dimyati (2002 : 10) menyatakan belajar merupakan kegiatan komples. Setelah belajar orang memiliki keterampilan , pengetahuan .
3.Jeant piaget
Proses belajar sebenarnya terdiri dari tiga tahapan asimilasi, akomondasi, dan equilibrasi (penyeimbangan). Asimilasi adalah proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kongnitif yang sudah ada.
Jadi kesimpulan yang saya peroleh mengenai konsep belajar adalah proses belajar ialah kegiantan yang dilakukan seseorang dalam bentuk interaksi dan semacam nya yang bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan dan perubahan perilaku relatif dan menetap , sifat dan cara pikir seseorang , sehingaa mendapat pengalaman dalam proses belajar tersebut dari interasi lingkungan .
B. Karakteristik Proses Belajar
Menurut WINA TAPUTRA (2014:8-9), Yaitu:
Belajar Harus Memungkinkan Jadinya Perubahan Perilaku Pada Individu .
Dapat saya kutip dari pernyataan di atas maksudnya ialah seseorang yang belajar akan mengalami perubahan secara pribadi dalam diri seseorang tersebut . contohnya tentang kedisplinan dimana seorang anak yang biasanya datang terlambat setiap pergi kesekolah dengan adanya teguran atau motivasi dari seseorang guru kepada anak tersebut . setelah anak tersebut mendengar dan mematuhi dengan adanya hukuman jika dilakukan lagi . maka dalam diri anak tersebut secara tidak langsung mengalami peruban sehingga anak tersebut tidak akan terlambat lagi. Kita mengetahui di usia anak sd sangat berpengaruh dalam mendidik atau melatih tentang menanamkan kedisplinan.
Perubahan Harus Merupakan Buah Dari Perubahan
Contohnya: seorang anak sd kelas 1 yang dulunya tidak tau bahwa hidup bersih itu sebagian dari iman dalam hadis tentang kebersihan .setelah seorang guru sd memberikan pengertian tentang hadis tersebut dan menganjurkan anak tersebut mengaplikasikan dalam kehidupan nya. Secara tidak langsung anak tersebut mengalami perubahan jika melihat sampah maka anak tersebut akan membuang nya dalam tong sampah nah yang merupakan buah dari perubahan tersebut lingkungan menjadi bersih terhidar dari penyakit demam berdarah.
Perubahan itu relatif menetap.
Maksud dari kata tersebut adalah dengan terlatih nya berprilaku yang telah belajar dan mengalami perubahan dari hasil belajar tersebut akan relatif menetap atau terlatih dalam kehidupan sehari - hari dari contoh di atas anak yg sering terlambat tidak akan terlambat lagi relatifnya dia menjadi siswa yang displin.
C. Tahap Perkembangan Peserta Didik Sd
Menurut Jean Piaget, membagi tahapan perkembangan kongnitif anak dalam empat tahap, yaitu:
1. Tahap Sensorimotor (0-24 bulan)
2. Tahap Oraoperasional (2-7 tahun)
3. Tahap Operasional (7-11 tahun)
4. Tahap Operasional Formal ( mulai umur 11 tahun)
Pada saat anak masuk ke kelas satu, perubahan besar dalam kehidupan anak terjadi.mereka dihadapkan pada suasana lingkungan baru yang menuntut mereka untuk dapat menyesuaikan diri.secara psikologis dalam situasi tersebut kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang, anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup dan bekerja sama .masuk ke kelas satu merupakan peristiwa penting dalam kehidupan setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai,dan perilaku karena menjelang berakhirnya periode ini anak mempersiapkan diri secara fisik dan psikologis untuk masuk masa remaja.
SIgmund Freud memberi nama fase usia sd ini fase latent, dimna dorongan -doronganseakan-akan mengedap (laten), Tidak mengelora seperti masa-masa sebelumnya dan sesudah nya. Periode SD ini dapat dirinci menjadi dua fase, yaitu:
Periode kelas-kelas rendah SD, yaitu umur 6/7 tahun sampai 9 tahun.
Periode kelas-kelas tinggi SD , yaitu umur 9/10 tahun sampai 13 tahun.
D. Karakteristik Pembelajaran Di Sd
Karakteristik Pembelajaran di sd dibagi menjadi 2, yaiti:
Karakteristik Pembelajaran kelas Rendah
1. kongnitif ialah kemampuan berfikir, mencangkup kemampuan intelektual mulai dari kemampuan mengingat sampai dengan kemampuan memecahkan masalah.
2. Integratif
3. Hierakis
Karakteristik Pembelajaran di kelas Tinggi
Siswa sudah mulai melalukan percobaan, atau eksperimen dan sudah mampu memecahkan masalah. Dimana pembelajaran di kelas tinggi ini siswa mampu melalukan penelitian serta bisa menemukan hal-hal apa saja yang bisa membuat penelitian nya tersebut berhasil dengan cara bisa mendapat kan sumber masalah yang bisa membantu mereka untuk melalukan penelitian. sehingga siswa kelas tinggi tersebut bisa menghasilkan apa yang mereka dapat kan dari hasil eksprimen atau penelitian yang di lakukannya.
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
TENTANG :
PEMBELAJARAN DI SD
Disusun Oleh
DEA AFRILA YUSNITA
1820185
Kelas 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M.pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ADZKIA
PADANG
2020/2021
Konsep Belajar
A. Pengertian konsep belajar
Menurut Hanafy,M.S.(2014 :68 -96) Belajar dalam arti luas merupakan proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya tingkah laku yang bukan disebabkan oleh kematangan atau sesuatu yang bersifat sementara sebagai hasil terbentuknya respons utama.
Belajar Menurut Para Ahli, yaitu:
B.F. Skiner (104-1990)
Sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model intruksi langsung (directed instruction) dan menyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Gaya belajar guru dilakukan deangan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan dan latihan.
2. Robernt M. Gagne
Belajar dipengaruhi oleh pertumbuhan dan lingkungan, namun yang paling besar pengaruhnya adalah lingkungan individu seseorang dimana sangat berpengaruh besar bagi seorang anak .meliputi lingkungan keluarga , geografis, sekolah dan lingkungan sosial. Belajar bersifat kompleks dalam pertanyan tersebut hasil belajar akan mengakibatkan perubahan pada diri seseorang , berupa kemampuan dan sikap yang baik.
Gagne dimyati (2002 : 10) menyatakan belajar merupakan kegiatan komples. Setelah belajar orang memiliki keterampilan , pengetahuan .
3.Jeant piaget
Proses belajar sebenarnya terdiri dari tiga tahapan asimilasi, akomondasi, dan equilibrasi (penyeimbangan). Asimilasi adalah proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kongnitif yang sudah ada.
Jadi kesimpulan yang saya peroleh mengenai konsep belajar adalah proses belajar ialah kegiantan yang dilakukan seseorang dalam bentuk interaksi dan semacam nya yang bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan dan perubahan perilaku relatif dan menetap , sifat dan cara pikir seseorang , sehingaa mendapat pengalaman dalam proses belajar tersebut dari interasi lingkungan .
B. Karakteristik Proses Belajar
Menurut WINA TAPUTRA (2014:8-9), Yaitu:
Belajar Harus Memungkinkan Jadinya Perubahan Perilaku Pada Individu .
Dapat saya kutip dari pernyataan di atas maksudnya ialah seseorang yang belajar akan mengalami perubahan secara pribadi dalam diri seseorang tersebut . contohnya tentang kedisplinan dimana seorang anak yang biasanya datang terlambat setiap pergi kesekolah dengan adanya teguran atau motivasi dari seseorang guru kepada anak tersebut . setelah anak tersebut mendengar dan mematuhi dengan adanya hukuman jika dilakukan lagi . maka dalam diri anak tersebut secara tidak langsung mengalami peruban sehingga anak tersebut tidak akan terlambat lagi. Kita mengetahui di usia anak sd sangat berpengaruh dalam mendidik atau melatih tentang menanamkan kedisplinan.
Perubahan Harus Merupakan Buah Dari Perubahan
Contohnya: seorang anak sd kelas 1 yang dulunya tidak tau bahwa hidup bersih itu sebagian dari iman dalam hadis tentang kebersihan .setelah seorang guru sd memberikan pengertian tentang hadis tersebut dan menganjurkan anak tersebut mengaplikasikan dalam kehidupan nya. Secara tidak langsung anak tersebut mengalami perubahan jika melihat sampah maka anak tersebut akan membuang nya dalam tong sampah nah yang merupakan buah dari perubahan tersebut lingkungan menjadi bersih terhidar dari penyakit demam berdarah.
Perubahan itu relatif menetap.
Maksud dari kata tersebut adalah dengan terlatih nya berprilaku yang telah belajar dan mengalami perubahan dari hasil belajar tersebut akan relatif menetap atau terlatih dalam kehidupan sehari - hari dari contoh di atas anak yg sering terlambat tidak akan terlambat lagi relatifnya dia menjadi siswa yang displin.
C. Tahap Perkembangan Peserta Didik Sd
Menurut Jean Piaget, membagi tahapan perkembangan kongnitif anak dalam empat tahap, yaitu:
1. Tahap Sensorimotor (0-24 bulan)
2. Tahap Oraoperasional (2-7 tahun)
3. Tahap Operasional (7-11 tahun)
4. Tahap Operasional Formal ( mulai umur 11 tahun)
Pada saat anak masuk ke kelas satu, perubahan besar dalam kehidupan anak terjadi.mereka dihadapkan pada suasana lingkungan baru yang menuntut mereka untuk dapat menyesuaikan diri.secara psikologis dalam situasi tersebut kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang, anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup dan bekerja sama .masuk ke kelas satu merupakan peristiwa penting dalam kehidupan setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai,dan perilaku karena menjelang berakhirnya periode ini anak mempersiapkan diri secara fisik dan psikologis untuk masuk masa remaja.
SIgmund Freud memberi nama fase usia sd ini fase latent, dimna dorongan -doronganseakan-akan mengedap (laten), Tidak mengelora seperti masa-masa sebelumnya dan sesudah nya. Periode SD ini dapat dirinci menjadi dua fase, yaitu:
Periode kelas-kelas rendah SD, yaitu umur 6/7 tahun sampai 9 tahun.
Periode kelas-kelas tinggi SD , yaitu umur 9/10 tahun sampai 13 tahun.
D. Karakteristik Pembelajaran Di Sd
Karakteristik Pembelajaran di sd dibagi menjadi 2, yaiti:
Karakteristik Pembelajaran kelas Rendah
1. kongnitif ialah kemampuan berfikir, mencangkup kemampuan intelektual mulai dari kemampuan mengingat sampai dengan kemampuan memecahkan masalah.
2. Integratif
3. Hierakis
Karakteristik Pembelajaran di kelas Tinggi
Siswa sudah mulai melalukan percobaan, atau eksperimen dan sudah mampu memecahkan masalah. Dimana pembelajaran di kelas tinggi ini siswa mampu melalukan penelitian serta bisa menemukan hal-hal apa saja yang bisa membuat penelitian nya tersebut berhasil dengan cara bisa mendapat kan sumber masalah yang bisa membantu mereka untuk melalukan penelitian. sehingga siswa kelas tinggi tersebut bisa menghasilkan apa yang mereka dapat kan dari hasil eksprimen atau penelitian yang di lakukannya.
Artikelnya bagus,semoga bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusMakasih.. minta masukan ny pes mengenai kekurang Dan kelebihan?
HapusMakasi kak, kami tunggu blog selanjutnya
BalasHapusInsyaalah secepat nya kak..
HapusTerimakasih untuk artikel yang sangat membantu ini
BalasHapusTerimakasih kembali kak..
Hapus
BalasHapusMateri nya bagus cukup pengetikan nya aja perbaiki lagi..
Maksih saran nya kak.. akan datang akan saya perbaiki lagi pengetikan nya..
Hapusbagaimana menurut penulis tentang strategi belajar yang bagus di terapkan sesuai dengan karakteristik belajar di kelas tinggi sekolah dasar
BalasHapusMenurut ana, karakteristik mengajarkan anak kelas tinggi , Kita sebagai guru harus membimbing anak tersebut dlam prose bljar nya apa yang dilakukan nu benar atau tidak kerna anak kelas tinggi sudah mampu memecahkan maslah. Beri contoh kepada ank tersebut bisa apa gak menyelesaikan nya..
HapusMakasih bkak...
Terimakasih untuk artikelnya, perbaiki lagi dalam penulisan dan sebaiknya cantumkan daftar pustaka.
BalasHapusTerimakasih kak.. saran nya sangat membantu, Dan saya akan lebih teliti lagi dalam pencatuman daftar rujukan
Hapusterima kasih, artikelnya sangat membantu,,,
BalasHapusMaksih kakak...
HapusBagaimana cara menghadapi anak yang berkebutuhan khusus?
BalasHapusTrimakasih pertanyaan nya kak.. bagaimana Cara menghadapi anak yg Abk ya Kita sebagai guru Kita harus mengajarkan dngan sepenuh hati Dan dengan niat mengajar kan anak yg abk itu perlu pengawasan obtimal, Kita perlu pengenalan terlebih dahulu supaya anak tersebut mengenal dengan Kita supaya proses pembelajaran bberjalan dengan lancar.. sayangi dia jngan membeda-beda kan anak ..
HapusTerimakasih banyak kepada penulis sudah menulis artikel ini dengan baik sedikit saran cara menulis pada artikel ini bisa diperbaiki lagi
BalasHapusInsyaalah ana perbaiki lagi kak.. makasih kak
HapusArtikelnya sangat membantu,terimakasih penulis.
BalasHapusTerimakasih kembali kak
HapusArtikelnya sangat menarik
BalasHapusMakasih kak
HapusArtikelnya bagus..dan sangat membantu
BalasHapusMakasih kak
HapusApa faktor yg menghabat proses pembelajaran
BalasHapusMasya allah artikelnya bagus dan sngat bermanfaat
BalasHapusMakasih ukhti
HapusMterinya sngt menbantu sekli
BalasHapusMakasih kak
Hapus
BalasHapusMaterinya membentuk,...makasih kk
Makasih kak
HapusMaterinya bagus dan mudah di pahami
BalasHapus