Keterampilan dasar mengajar 1

TUGA S
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

TENTANG :

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR I

Disusun Oleh :

DEA AFRILA YUSNITA

1820185

Kelas 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing:

Yessi Rifmasari, M.pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ADZKIA
PADANG
2020/2021







KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR I


 KETERAMPILAN MEMBUKA PEMBELAJARAN

    Latar Belakang
Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan secara teratur, logis dan sistematis dari mulai kegiatan membuka, inti, dan kegiatan menutup pembelajaran.  Penerapan setiap langkah pembelajaran tersebut semuanya diarahkan pada upaya membelajarkan siswa, yaitu bagaimana agar dengan kegiatan membuka, kegiatan inti dan kegiatan menutup pembelajaran yang dilakukan oleh guru, berfungsi sebagai instrumen pembelajaran yang dapat memfasilitasi kemudahan belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Keterampilan dasar mengajar (teaching skills) pada dasarnya adalah bentuk-bentuk perilaku (kemampuan) yang bersifat khusus dan mendasar (most spesific instructional behaviours) yang harus dimiliki guru sebagai modal dasar untuk melaksanakan tugas-tugas pembelajaran secara profesional.

B.    Hakikat Membuka Pembelajaran (set induction)
     
Membuka pembelajaran (set induction) adalah kegiatan yang dilakukan untuk memulai pembelajaran. Seperti lazimnya dalam setiap kegiatan, kita sering mendengar ada acara pembukaan, yaitu kegiatan mengawali sebelum memasuki kegiatan pokok. Demikian halnya dalam pembelajaran, kegiatan pembukaan adalah kegiatan mengawali sebelum memasuki kegiatan inti pembelajaran.
Pembukaan yang baik akan mengantarkan atau mengkondisikan kegiatan tahap berikutnya dengan lebih lancar dan berkualitas. Sebaliknya bila pada pembukaan tidak mampu memberikan gambaran yang utuh dan mengkondisikan suasana, maka akan mengalami kesulitan untuk tahap kegiatan berikutnya.


Pengertian Membuka Pembelajaran
Keterampilan membuka pembelajaran pada dasarnya adalah kegiatan,
aktivitas atau usaha yang dilakukan guru untuk memulai pembelajaran.
Membuka pembelajaran (set induction) adalah kegiatan yang dilakukan guru
untuk menciptakan kondisi yang siap mental, menumbuhkan perhatian serta
meningkatkan motivasi siswa agar terpusat pada kegiatan belajar yang akan
dilakukan. Kegiatan membuka pembelajaran bukanlah kegiatan basa-basi tanpa
arah yang jelas. Dengan membuka pembelajaran dimaksudkan untuk
mengkondisikan siap mental bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran. Oleh
karena itu guru dituntut melatih diri untuk memiliki keterampilan membuka
pembelajaran  dengan baik dan tepat.
Kegiatan membuka pembelajaran, walaupun diartikan sebagai suatu aktivitas
atau usaha yang dilakukan guru untuk memulai pembelajaran, dalam
penerapannya tidak hanya dilakukan satu kali ketika mengawali pembelajaran
saja. Membuka pembelajaran dapat dilakukan dalam setiap penggal kegiatan inti
selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

2.    Tujuan dan Manfaat Membuka Pembelajaran
Kegiatan membuka pembelajaran tidak cukup hanya dengan melakukan kegiatan yang bersifat administrasi seperti mengecek kehadiran siswa, menyiapkan alat-alat pelajaran, mempersiapkan buku sumber dan kegiatan administrasi lainnya. Membuka pembelajaran selain untuk mempersiapkan hal-hal yang bersifat teknis administrasi, terutama harus memfokuskan pada upaya mengkondisikan kesiapan baik fisik dan mental. Perhatian dan motivasi siswa untuk mengikuti kegiata inti pembelajaran.
Mengacu pada batasan kegiatan membuka pembelajaran seperti dijelaskan diatas, maka tujuan dari keterampilan membuka pembelajaran adalah:
a.    Menciptakan kondisi kesiapan mental siswa untuk mengikuti pembelajaran.
b. Membangkitkan perhatian dan motivasi siswa untuk mengikuti       pembelajaran.
c.    Memberikan gambaran yang jelas batas-batas tugas atau kegiatan yang  harus dilakukan siswa.
d.    Memberikan gambaran yang jelas tujuan atau kompetensi yang harus dicapai oleh siswa.
e.    Memberikan gambaran yang jelas pengalaman atau kegiatan-kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan siswa untuk mencapai tujuan atau kompetensi yang diharapkan.
f.    Menyadarkan siswa pentingnya mencapai tujuan atau kompetensi yang ditetapkan dan hubungannya dengan kehidupan nyata sehari-hari.

    Komponen-komponen dalam Membuka Pembelajaran
Unsur-unsur yang dapat dijadikan alternatif dalam kegiatan membuka pembelajaran:
a.    Menarik perhatian siswa.
    Gaya mengajar guru
    Menggunakan multi metoda
    Pola pembelajaran yang bervariasi
    Tempat belajar
b.    Menumbuhkan motivasi siswa
    Kehangatan dan antusias
    Menimbulkan rasa ingin tahu
    Membuat ide yang bertentangan
    Perbedaan individual
c.    Memberi acuan Acuan dalam pembelajaran adalah gambaran singkat atau deskripsi yang menginformasikan ruang lingkup materi dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
d.    Membuat kaitan.

4.    Prinsip Kegiatan Penggunaan
   a.    Kebermaknaan
   b.    Berurutan dan Berkesinambungan


KETERAMPILAN MENUTUP PEMBELAJARAN

A.    Latar Belakang
Setelah kegiatan inti pembelajaran, maka tahap berikutnya adalah kegiatan menutup pembelajaran atau sering disebut “penutupan” (closure). Penutupan pembelajaran adalah upaya mengakhiri sementara dari seluruh aktivitas yang telah dilakukan selama pembelajaran. Penutupan juga dimaksudkan untuk menandai telah berakhirnya proses pembelajaran sekaligus untuk mendapatkan gambaran hasil yang dicapai dari proses pembelajaran yang telah dilakukan.

    Hakikat Menutup Pembelajaran (closure)

1.    Pengertian Menutup Pembelajaran
Menutup pembelajaran pada dasarnya adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pembelajaran (Soli Abimanyu, 1984). Kegiatan inti pembelajaran bisa berlaku dan diterapkan dalam berbagai kemungkinan. Jika dalam satu program pembelajaran memiliki tiga tujuan atau komponen yang harus dikuasai siswa, maka paling sedikit ada tiga kegiatan inti untuk mencapainya.

Tujuan dan Manfaat Menutup Pembelajaran
     Kegiatan menutup pembelajaran tidak hanya melalui kegiatan yang bersifat       administrasi seperti menyampaikan pengumuman, memberikan tugas, lalu berdo’a dan salam. Menutup pembelajaran harus diarahkan pada sasaran atau tujuan yang lebih luas lagi, seperti:
     a.    Untuk memberikan pemahaman yang utuh terhadap materi pokok atau     kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
     b.    Memantapkan pemahaman siswa terhadap materi pokok atau kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
     c.    Untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil pembelajaran yang telah diperoleh siswa, sekaligus berfungsi sebagai umpan balik bagi guru.
     d.    Untuk memberikan tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan proses dan hasil pembelajaran yang telah dicapai siswa.

    Komponen-komponen Menutup pembelajaran

Kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam menutup pembelajaran antara lain:
a.    Meninjau Kembali (meriviu)
b.    Menilai
c.    Menyimpulkan
d.    Tindak lanjut

4.    Prinsip-Prinsip penggunaan
a.    Kebermaknaan
b.      Berurutan dan Berkesinambungan


KETERAMPILAN MENJESLAKAN

Latar Belakang
Pembelajaran adalah proses komunikasi, mengkomunikasi pesan (materi) pembelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu komunikasi yang sering digunakan oleh guru (mendominasi) dalam kegiatan pembelajaran yaitu komunikasi verbal (lisan) dengan cara menjelaskan materi kepada siswa.
Dalam setiap pembelajaran tidak terlepas dari aspek menjelaskan yaitu untuk membuat sesuatu menjadi semakin lebih jelas, dapat dimengerti dan dipahami. Menjelaskan merupakan suatu aktivitas yang sangat penting dikuasai oleh calon guru. Hal ini mengingat inti dari pekerjaan guru adalah komunikasi dengan siswa.

Hakikat Keterampilan Menjelaskan
1.    Pengertian Keterampilan Menjelaskan
Secara etimologis kata “menjelaskan” bermakna membuat sesuatu menjadi jelas. Menurut Raflis Kosasi (1985) menjelaskan berarti mengorganisasikan isi pelajaran dalam urutan yang terencana sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Lebih lanjut ia mengatakan penjelasan adalah penyajian informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematik yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, sebab-akibat, antara yang diketahui dengan yang belum diketahui.

2.    Tujuan, Manfaat dan Pentingnya Keterampilan Menulis
Salah stu indikator untuk mengetahui tingkat kualitas pembelajaran yaitu adanya kemampuan untuk melakukan “transfer”. Adapun yang dimaksudkan transfer dalam belajar, yaitu manakala siswa mampu menjelaskan konsep-konsep yang telah dikuasainya kedalam bentuk kegiatan lain yang terkait pada situasi lain. Keterampilan menjelaskan harus dikuasai oleh guru dengan tujuan:
a.    Untuk membimbing siswa memahami dengan jelas terhadap sesuatu yang dipelajari.
b.    Untuk membimbing siswa memahami konsep, hukum, dalil dan unsur-unsur yang terkait dengan sesuatu yang dijelaskan secara objektif dan bernalar.
c.    Untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah melalui penerapan berfikir secara kritis, analitis, logis dan sistematis.
d.    Untuk membantu memenuhi rasa ingin tahu siswa (quriousity) terhadap sesuatu permasalahan yang dipelajari/ dihadapi.
e.    Untuk mendapatkan balikan dari siswa tentang pemahamannya terhadap sesuatu yang dijelaskan.

Manfaat dari keterampulan menjelaskan
Yaitu akan diperoleh terutama dalam hal:

a.    Meningkatkan efektivitas penjelasan atau pembicaraan yang dilakukan, sehingga guru dapat memilij bentuk dan jenis penjelasan yang dapat memperjelas permasalahan dan memiliki makna bagi pembelajaran.

b.    Memproyeksikan tingkat pemahaman yang telah dimiliki siswa melalui penjelasan yang telah dilakukan.

c.    Memfasilitasi siswa memanfaatkan sumber pembelajaran secara luas dan bervariasi.

d.    Memecahkan kekurangan sumber pembelajaran yang dimiliki siswa.
Pentingnya Keterampilan Menjelaskan yaitu:
 a.    Tidak semua siswa dapat menggali sendiri pengetahuan dari buku atau sumber lainnya.
 b.    Penjelasan yang diberikan oleh guru kadang-kadang tidak jelas bagi siswa, tetapi hanya jelas bagi guru sendiri.
     
c.    Kebiasaan yang masih sering dilakukan dalam pembelajaran dikita yaitu guru cenderung lebih mendominasi kelas, dan sebagian besar kegiatan guru adalah memberikan informasi lisan atau menjelaskan.
d.    Kurangnya sumber yang tersedia yang dapatdimanfaatkan siswa dalam proses belajar.

3.    Unsur-unsur Keterampilan Menjelaskan
Ada dua unsur pokok yang harus dikuasai oleh guru untuk melaksanakan keterampilan menjelaskan yaitu:
 
a.    Keterampilan Merencanakan Penjelasan
Dalam komunikasi pembelajaran paling sedikit ada tiga komponen utama yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan keterampilan menjelaskan yaitu:
    Merencanakan Pesan (materi) yang akan dijelaskan.
    Saluran/ alat atau media yang akan digunakan untuk menjelaskan.
    Karakteristik siswa sebagai penerima penjelasan.
b.    Keterampilan Melaksanakan Penjelasan
    Kejelasan
    Contoh dan ilustrasi
    Penekanan
    Balikan
4.    Prinsip Keterampilan menjelaskan
Kegiatan memberikan penjelasan dimaksudkan agar siswa memperoleh pemahaman yang jelas berkenaan dengan materi yang dijelaskan. Oleh karena itu dalam memberikan penjelasan harus memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:
a.    Keterkaitan dengan tujuan atau kompetensi
b.    Relevan antara penjelasan dengan materi dan karakteristik siswa
c.    Kebermaknaan
d.    Dinamis
e.    Penjelasan dapat dilakukan diawal, ditengah, ataupun diakhir jam pertemuan, tergantung pada kebutuhannya.



Komentar

Posting Komentar