strategi pembelajaran


TUGAS

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD



TENTANG:


HAKIKAT METODE MENGJAR DALAM PEMBELAJARAN


Disusun Oleh:

DEA AFRILA YUSNITA

1820185

Kela 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing:

Yessi Rifmasari, M,pd










PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

STKIP ADZKIA

PADANG

2020/2021




HAKIKAT METODE MENGJAR DALAM PEMBELAJARAN

Menurut Sri Anitah (2008)  metode mengajar merupakan suatu komponen yang harus di gunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan suatu metode atau cara yang mengajar yang efektif

    Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilihan Metode Mengajar

1). Tujuan pembelajaran atau kompetensi
2). Karakteristik bahan pembelajaran atau materi pembelajaran
3). Waktu yang digunakan
4). Faktor siswa
5). Fasilitas dan media

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Pembelajaran.
          Melaksanakan suatu pembelajaran harus diawali dengan kegiatan  perencanaan pembelajaran. Perencanaan memiliki fungsi penting agar  pembelajaran menjadi lebih terarah. Dalam membuat perencanaan  pembelajaran, banyak aspek yang harus dipertimbangkan oleh guru. Oleh karenanya agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan dapat meraih tujuan yang diharapkan, maka dalam menyusun learning design.

 perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode  pembelajaran
 1. . Faktor peserta didik.
            a) Perbedaan jenjang pendidikan.
                  Pemilihan suatu metode pembelajaran, harus menyesuaikan tingkatan jenjang pendidikan siswa. Pertimbangan yang menekankan  pada perbedaan jenjang pendidikan ini adalah pada kemampuan  peserta didik, apakah sudah mampu untuk berpikir abstrak atau belum. Penerapan suatu metode yang sederhana dan yang kompleks tentu sangat berbeda, dan keduanya berkaitan dengan tingkatan kemampuan  berpikir dan berperilaku peserta didik pada setiap jenjangnya.

           b)  Latar belakang peserta didik.
                Latar belakang peserta didik dapat ditelusur dari keluarga,  pola didik, pola asuh, kondisi- kondisi tertentu (ekonomi, sosial,  budaya, anak berkebutuhan khusus, dan lain sebagainya). Prakarsa  belajar seseorang sangat dipengaruhi oleh individual culture yang  besangkutan. Individual culture terbentuk dari pola asuh dan pola didik seseorang dalam lingkungan keluarganya yang dipengaruhi oleh  berbagai faktor perkembangan individu. Meskipun tidak signifikan, atau pengaruhnya kecil sebagai pertimbangan dalam pemilihan metode pembelajaran, namun untuk kondisi-kondisi khusus, latar  belakang peserta didik perlu mendapat perhatian yang besar. Contoh,  pemilihan metode pembelajaran bagi anak-anak sekolah luar biasa harus memberikan perlakuan khusus, sehingga metode pembelajaran yang digunakan akan mampu mencapai tujuan yang diharapkan.

         c ) Tingkat intelektualitas.
                    Pada bagian ini yang dimaksud dengan tingkat intelektualitas, mencakup gaya belajar dan daya serap peserta didik dalam mengolah informasi dan menyerap substansi pembelajaran yang dilakukan. Gaya  belajar yakni, melalui apa siswa mampu menangkap dan memahami  pembelajaran. Kategorinya antara lain gaya belajar audiotori, visual, atau audio visual. Daya serap, adalah seberapa cepat dan seberapa  besar kemampuan siswa dalam menyerap informasi, dan proses pembelajaran secara keseluruhan. Apakah siswa termasuk cepat, lambat, atau tengah - tengah, dalam menyerap pembelajaran. Dalam satu kelas tidak menutup kemungkinan terdapat rentang yang terlalu lebar terkait gaya belajar dan daya serap peserta didik. Rentang yang terlalu lebar tersebut akan menimbulkan suatu anggapan‟ dalam pelaksanaan pembelajaran. Sebagian siswa mungkin terlalu cepat menangkap informasi namun sebagian yang lain justru sulit dan lamban dalam menangkap informasi. Oleh karenanya, pemilihan metode belajar yang mampu mengatasi „ ‟ dan menyatukan perbedaan dengan bentangan yang luas menjadi suatu keharusan bagi guru, dalam menentukan metode pembelajaran yang efisien.

Jenis-jenis metode mengajar
a) Metode ceramah
b) Metode diskusi
c) Metode demontrasi
d) Metode pemecahan masalah

 Hubungan pengalaman belajar dengan metode mengajar
Pengalaman belajar yang diharapkan adalah terjadinya aktivitas belajar di bangun atas kemampuan dan potensi dirinya sendiri. setiap pemilihan dan penggunaan metode mengajar akan berdampak terhadap pengalaman siswa dalam pembelajaran. hubungan pengalaman dengan metode mengajar dapat dilihat dari gambaran karakteristik metode mengajar itu sendiri.
 hubungan pembelajaran dengan metode mengajar itu sendiri

Pembelajaran merupakan kegiatan yang banyak melibatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan adanya alternatif metode mengajar yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam prosesnya guru perlu menggunakan metode mengajar secara bervariasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya.

1.         Prinsip dan Fungsi Metode Mengajar dalam Pembelajaran
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode mengajar, prinsip tersebut terutama berkaitan dengan faktor perkembangan kemampuan siswa, diantaranya:
a.          Metode mengajar harus memungkinkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa lebih jauh terhadap materi pelajaran (curriosity).
  b.          Metode mengajar harus memungkinkan dapat memberikan peluang untuk berekspresi yang  kreatif dalam aspek seni. 
c.  Metode mengajar harus memungkinkan siswa belajar melalui pemecahan masalah.
d.         Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk selalu ingin menguji kebenaran sesuatu (sikap skeptis).
e.           Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk melakukan penemuan (berinkuiri) terhadap sesuatu topik permasalahan.
f.           Metode mengajar harus memungkinkan siswa mampu menyimak.
g.          Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri (independent study).
h.         Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk belajar secara bekerja sama (cooperative learning).
i.           Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk lebih termotivasi dalam belajarnya.
Penggunaan metode mengajar dalam pembelajaran ditinjau dari segi prosesnya memiliki fungsi-

          fungsi sebagai berikut:
a.          Sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b.          Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran.
c.          Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran.
d.         Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan bimbingan dalam kegiatan pembelajaran, apakah dalam kegiatan pembelajaran tersebut perlu diberikan bimbingan secara individu atau kelompok.
     Memperhatikan beberapa prinsip dan fungsi metode mengajar di atas betapa metode mengajar ini sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru dalam melaksanakan pembelajaran harus secara analisis dan fleksibel menentukan metode apa yang harus digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesian.

Hubungan Pengalaman Belajar dengan Metode Mengajar
Setiap metode mengajar masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam membentuk pengalaman belajar siswa, tetapi satu dengan yang lainnya saling menunjang. Pengalaman belajar (learning experience) yang diharapkan adalah terjadi adanya aktivitas belajar yang tinggi dari siswa. Pendekatan yang digunakan untuk membentuk pengalaman siswa adalah cenderung dengan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses merupakan pendekatan belajar mengajar yang mengarah pada pengembangan kemampuan-kemampuan mental, fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan-kemampuan yang lebih tinggi dalam diri siswa


DAFTAR PUSTAKA

Bloom, B.S. 1956. Taxonomy of Educational Objectives, the classification of education Goals, Hand Book I: Cognitif domain . NewYork: Longman.
Dimyati dan Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Dirjen Dikti Depdikbud.
Syaiful. B. Djamarah, dkk. 2006. Strategi Belajar mengajar. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.
Udin. S. Winataputra, dkk. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka
Anonim. 2012. Hubungan Pembelajaran dengan Metode Mengajar.
Anonim. 2011. Hubungan Belajar dengan metode mengajarAnonim. 2010. Hubungan Pengalaman Belajar dengan Metode
.











Komentar

Posting Komentar