strategi pembelajaran



   TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

TENTANG :

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Disusun Oleh :

DEA AFRILA YUSNITA

1820185

Kelas 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing:

Yessi Rifmasari, M.pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ADZKIA
PADANG
2020/2021



MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF


A. Pengertian model pembelajaran kooperatif
         Menurut SUGIANTO. (2010) : 37 .Pengertian model pembelajaran kooperatif Adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.Pembelajaran kooperati adalah pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja dala memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.
  Karakteristik pembelajaran model Menurut Suyanti.(2010:99-100)
 1. kooperatifPembelajaran secara tim adaalah semua anggota tim(kelompok) harus saling      membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2. Didasarkan pada manejamen kooperatif adalah perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan secara efektif.
3. Kemauan untuk bekerja sama adalah saling membantu dan bertanggung jawab dengan tugasnya masing-masing.
4. . Keterampilan bekerja sama adalah siswa perlu di dorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi antara anggota lain.

     Hakikat Pembelajar Kooperatif
pembelajar kooperatif adalah pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil sehingga siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan kegiatan belajarnya sendiri dan juga anggotanya yang lain. Idenya sangat sederhana, anggota kelas diorganisasikan ke dalam kelompok-kelompok kecil setelah menerima pembelajaraan dari guru. Kemudian para siswa itu mengerjakan tugas sampai semua anggota kelompok berhasil memahaminya.

Kegiatan kooperaktif dapat dikatakan eksis apabila dua orang atau lebih bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.
b.      Prinsip Utama Pembelajaran Kooperatif
(1)   Kesamaan Tujuan
Tujuan yang sama pada anak-anak dalam kelompok membuat kegiatan belajar lebih kooperatif.
(2)   Ketergantungan Positif
Ketergantungan antara individu-individu dapat dilakukan dengan cara (1) Tetapkan peran kelompok yang terdiri dari pengamat, penjelas dan perekam. (2) Membagi tugas menjadi sub tugas untuk melengkapi keberhasilan tugas. (3) Menilai kelompok sebagai satu kesatuan yang teriri dari individu-individu. (4) Struktur tujuan kooperatif dapat dikoordinasikan dengan menggunakan kelompok belajar kooperatif, menghindari pertentangan satu sama lain. (5) Menciptakan situasi pantasi yang menjadikan kelompok bekerja sama untuk membangun kekuatan imajinatif, dengan aturan yang ditetapkan situasi.
  c.       Manfaat Belajar Kooperatif
(1)   Meningkatkan hasil belajar mengajar
(2)   Meingkatkan hubunngan antar kelompok,
(3)   Meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar
(4)   Menubuhakan realisasi kebutuhan pebelajar untuk belajar berfikir
(5)   Memudahkan dan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan.
(6)   Meningkatkan perilaku dan kehadiran di kelas
(7)   Relative murah kaena tidak memerlukan biaya khusus untuk menerapkannya.
d.      Keterbatasan Pembelajaran Kooperatif
(1)   Memerlukan waktu yang cukup bagi setipa siswa untuk bekerja dalam tim
(2)   Memerlukan latihan agar siswa terbiasa belajar dalam tim
(3)   Model belajar ini harus sesuai dengan pembahasan materi ajar
(4)   Memerlukan format penilaian belajar yang berbeda
(5)   Memerkulan kemampuan khusus bagi guruuntuk mengkaji berbgai teknik pelaksanaan belajar kooperatif
Belajar Tematik 
a.       Hakikat Belajar Tematik
Belajar tematik adalah kegiatan belajar yang dirancang sekitar ide pokoko (tema) dan melibakan beberapa bidang studi yang berkaitan dengan tema. Pappas (1995) mengatakan bahwa pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang digunakan guru untuk mendorong partisipasi aktif pebelajar dalam kegiatan-kegiatan yang difokuskan pada suatu topic yang disukai pebelajar dan dipilih untuk belajar.
b.      Prinsip Belajar Tematik
Meinbach (1995) mengataan bahwa pembelajaran tematik mengombinasikan struktur, urutan, strategi yang diorganisasikan dengan baik. Belajar tematik merupakan cara untuk mencapai keterpaduan kurikulum dan juga mencerminkan pola-pola berpikir, tujuan, dan konsep-konsep umum bidang ilmu.
 c.       Karakteristik Pembelajaran Tematik
(1)   Memberikan pengalaman langsung dengan objek yang nyata vagi pebelajar untuk menilai dan memenipulasi.
(2)   Menciptakan kegiatan dimana anak menggunakan semua pemikirannya
(3)   Embangun kegitan sekitar minat umum pebelajar
(4)   Memberikan kesempatan bermain untuk menerjemahkan pengalaman ke dalam pengertian.
(5)   Menemukan cara-cara untuk melibatkan anggota keluarga pebelajar
d.      Perlunya Pembelajaran Tematik, Khususnya di Sekolah Dasar
(1)   Siswa SD kelas awal meahami konsep secara utuh, global, peningkatan kecerrdasan dn makin terperincinya sert spesifik pemahamannya terhadap konsep tertentu
(2)   Kenyataan hidup sehari-hari menampilkan fakta yang utus dan tematis
(3)   Ada konteksnya
(4)   Guru SD addalah guru kelas, akan lebih mudah mengajar satu konsep secara utuh, akan sulit mengajar sub-sub konsep secara terpisah-pisah.
e.       Manfaat Belajar Tematik
(1)   Mendorong pebelajar memanfaatkan suatu konteks dn literature yang luas
(2)   Melihat hubungan ide  dan konsep
(3)   Meningkatkan pemahaman pebelajar terhadap apa yang dipelajari.
(4)   Memberikan kesempatan nyata kepada pebelajar untuk membentuk latar belakang informasi sendiri dalam rangka membangun pengetahuan baru.
Model ini dirancang dengan maksud mengajarkan informasi, konsep-konsep, dan cara berfikir dan studi tentang nilai sosial dengan menggabungkan tugas yang menggabungkan aspek kognitif dan sosial.

Rumpun model  Pembelajaran

1.  Model pembelajaran pengolahan informasi adalah bertitik tolak dari prinsip-prinip pengolahan informasi yaitu : cara-cara manusia menanggapi rangsangan dari lingkungan, mengorganisasikan data, mengenali masalah dan mencoba mencari solusinya serta mengembangkan konsep-konsep bahasa untuk menanggani masalah tersebut.
2. Rumpun model-model pembelajaran individu adalah memfokuskan pada pengembangan pribadi dengan menekankan pada proses mengkontruksi dan mengorganisasi realita yang memandang manusia sebagai pembuat makna.
Joice dan weil .(1996: 57)
Kesimpulannya
Belajar kooperatif yang merupakan belajar yang dituntut untuk bekerjasama dengan orang lain bertujuan untuk membantu pebelajar belajar lintas bidang studi dalam suatu kurikulum, mmengembangkan rasa percaya diri, ketrampilan sosial dan solidaritas, serta tujuan belajar akademik untuk memperoleh informasi dan keterampilan melalui inkuri dari suatu disiplin akademik.
Model Pemrosesan Informasi
Model pemrosesan informasi yaitu, suatu proses yang terjadi pada peserta didik untuk menggolh informasi, memonitornya dan menyusun strategi berkenaan dengan infomasi dengan inti pendekatannya lebih menekan proses cara berpikir.
Model Pembelajaran PersonalBerpikir Induktif
Model ini memeberikan cara belajar pebelajar untuk mendapatkan dan mengorganisasikan informasi serta menciptakan dan menguji hipotesis yang mendeskripsikan hubungan diantara serangkaian data.
b.      Pencapaian Konsep
Model ini memberikan cara yang efektif untuk penyajian informasi yang terorganisasi dan topik-topik yang bersekala luas kepada pebelajar pada setiap tahap perkembangan.
 c.       Inkuiri Ilmiah
Pebelajar dibawa ke proses ilmiah dan dibantu mengumpulkan dan menganalisis data, mengecek hipotesis dan teori, serta mencerminkan hakikat pembentukan pengetahuan.
d.      Latihan Inkuiri
Model ini memberikan rancangan untuk mengajar pebelajar menghubungkan alas an sebab akibat dan menjadi lebih baik serta tepat dalam mengajukan pertaanyaan, membentuk konsep, dan hipotesis serta mengujinya.
e.       Mnemonic
Mnemonic merupakan suatu strategi untuk mengingat dan mengasimilasi informasi. Ini digunakan untuk membimbing penyaji materi. Guru dapat menyajikan alat-alat yang dapat digunkan untuk meningkatkan belajar individual maupun kooperatif tentang informasi dan konsep-konsep.
f.       Sinektik
Model ini dirancang untuk pebelajar memecahkan masalah dan menulis kegiatan-kegiatan, serta menambahkan pandangan-pandangan baru pada topic-topik dari suatu ilmu yang luas.
g.      Pengorganisasian Awal
Model ini dirancang untuk memberikan struktur kognitif kepada pebelajar untuk memahami materi, melalui kuliah, membaca, dan media yang lain.
h.      Penyesuaian dengan Pebelajar
Model ini dikembangkan dengan asumsi bahwa pebelajar yang belajar dengan strategi intelektual yang lebih kompleks akan meningkatkan kemampuan mencapai informasi dan konsep.

      Pembelajaran secara personal adalah kegiatan mengajar guru yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing- masing individu.
Ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran personal dari  segi:
Tujuan pengajaran Siswa sebagai subjek belajar Guru sebagai pembelajar
Program pembelajara Orientasi dan tekanan utama dalam pelaksanaan pembelajaran
Pembelajaran Nondirektif
Model ini digunakan dengan beberapa cara. Pertama digunkan sebagai model dasar untuk melaksanakan seluruh program pendidikan. Kedua dikombinasikan dengan model lain untuk meyakinkan bahwa kontak dilakukan dengan pebelajar. Ketiga digunkan ketika pebelajar merencanakan proyek belajar mandiri mupun kooperatif. Keempat digunkan secara periodic ketika memberikan konseling kepada pebelajar, menemuka jalan ke luar tentang apa yang dipikirkan dan disarankan pebelajar untuk dipahaminya.
b.      Peningkatan Harga Diri
Karya Abraham Maslow digunkan untuk membimbing suatu program dalam hal rasa harga diri dan kemampuan aktualisasi diri. Guru menggali prinsip-prinsip yang dapat membimbing kegiatan kerja sama dengan pebelajar untuk meykinkan dan memeberikan gambaran tentang pribadi si pebeljar sebaik mungkin.
Rumpun Model Sistem Perilaku 
a.       Belajar Tuntas dan Pembelajaran Terprogram
Aplikasi teori system perilaku untuk tujuan akademik tampak dalam bentuk yang disebut belajar tuntas. Materi dipecah menjadi unit dari yang sederhana sampai yang kompleks. Pebelajar mengerjakan setiap bagian secara maju berkelanjutan. Setiap unit sudah dipelajari maka diadakan tes untuk mengetahui keberhasilan belajae. Jika tidak bisa menyelesaikan tes maka diadakan pembelajaran ulang.
 b.      Pembelajaran Langsung
Pernyataan tujuan pembelajaran disampaikan langsung kepada siswa, serangkaian kegiatan yang jelas berkaitan dengan tujuan, monitoring yang cermat dari kemajuan belajar, balikan tentang hasil belajar, serta taktik untuk penilaian yang lebih efektif dikaitkan dengan serangkaian panduan untuk memperoleh kegiatan belajar.
c.       Belajar Memulai Simulasi : Latihan dan Latihan Sendiri
Dua jenis latihan pendekatan dikembangkan dari teori perilaku kelompok cybernetic. Salah satu diantaranya adalah model teori-ke-praktik dan yang lain adalah simulasi. Simulasi dibentuk dari deskripsi situasi  riil kehidupan lingkungan yang lebih kecil diciptakan untuk situasi pembelajaran. Terkadang cara membawakan dielaborasi.


Komentar

Posting Komentar