blogspoatdheaafrila


TUGAS

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD



TENTANG:


KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR



Disusun Oleh:

DEA AFRILA YUSNITA

1820185

Kela 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing:

Yessi Rifmasari, M,pd










PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

STKIP ADZKIA

PADANG

2020/2021



KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR


PENGERTIAN KETERAMPILAN BERTANYA

  Keterampilan bertanya adalah suatu pengajaran itu sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pengajarannya selalu melibatkan atau menggunakan tanya jawab. Keterampilan bertanya merupakan keterampilan yang digunakan untuk mendapatkan jawaban atau balikan dari orang lain. (Supriyadi, 2013: 158)
Keterampilan bertanya adalah kemampuan yang dimiliki seorang guru dalam melakukan tanya jawab supaya berjalan lancar dan kodusif. Keterampilan bertanya harus dilakukan dengan berbagai variasi supaya saat melakukan tanya jawab siswa tidak merasa bosan.
Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan dasar mengajar tingkat dasar dan keterampilan dasar mengajar tingkat lanjut. Keterampilan dasar mengajar tingkat dasar mempunyai komponen dasar yang diterapkan dalam mengajukan pertanyaan.
KETERAMPILAN BERTANYA

Menurut Marno (2008 : 115) adala suatu pengajaran itu sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pengajarannya selalu  melibatkan / menggunakan tanya jawab. Keterampilan bertanya merupakan keterampilan yang digunakan untuk mendapatkan jawaban / balikan dari orang lain. Hampir seluruh proses evaluasi , pengukuran, penilaian, dan pengujian dilakukan melalui pertanyaan.

TUJUAN KETERAMPILAN BERTANYA
Menurut Marno (2008 : 116)  tujuannya yaitu :
1.Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu peserta didik terhadap suatu masal  yang sedang dibicarakan.
2.Memusatkan perhatian siswa pada suatu masalah yang sedang dibahas.
3.Mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat peserta didik dalam belajar.
4.Mengembangkan cara belajar siswa aktif. Bertanya pada dasarnya ada proses memahami yang pro aktif.
5.Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasikan informasi.
6.Mendorong siswa mengemukakan pendapat dalam diskusi.
7.Menguji dan mengukur hasil belajar.

 PRINSIP KETERAMPILAN BERTANYA
1. keterampilan memberi penguatan
    fungsi keterampilan penguatan (reinforcement) itu adalah untuk memberikan ganjaran kepada siswa sehingga siswa akan berbesar hati dan meningkatkan partisipasinya dalam setiap proses pembelajaran.
2. Keterampilan Mengadakan Variasi
      Menurut Alma (2009: 42) membuat variasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam perilaku keterampilan mengajar. Variasi dalam hal ini adalah menggunakan berbagai metode , gaya mengajar, sumber bahan pelajaran, media pengajaran, dan variasi dalam bentuk interaksi antara guru dan peserta didik.
3. Keterampilan Menjelaskan
       Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan suatu yang belum diketahui.
Selain itu ada penjelasan tentang berbagai prinsip keterampilan bertanya

1. Kehangatan dan antusias.
       Peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, guru perlu menunjukkan sikap baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban dari siswa. Sikap dan gaya guru termasuk suara, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan menampakkan ada tidaknya kehangatan dan keantusiasannya.

2. Kebiasaan yang perlu dihindari, 
       Jangan mengulag-ulang petanyaan apabila siswa tidak mampu    menjawabnya,Jangan mengulag-ulang jawaban siswa, Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum siswa memperoleh kesempatan untuk menjawabnya, Usahakan agar siswa tidak menjawab pertanyaan secara serempak, karena guru tidak mengetahui dengan pasti siapa yang menjawab dengan benar dan siapa yang salah, Menentukan siswa yang harus menjawab sebelum mengajukan pertanyaan, oleh karena itu pertanyaan hendaknya ditujukan lebih dulu kepada seluruh siswa baru kemudian guru menunjuk salah seorang untuk menjawab,  Guru terkadang mengajukan pertanyaan yang sifatnya ganda, menghendaki beberapa jawaban atau kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa. (Suwarna, 2005: 76)

2). KETERAMPILAN MEMBERIKAN PENGUATAN

Menurut pendapat Barnawi dan Muhammad Arifin (2012 : 208),
Keterampilan memberikan penguatan penguatan adalah respon positif dalam pembelajaran yang diberikan guru terhadap perilaku peserta didik yang positif dengan tujuan mempertahankan dan meningkatkan perilaku tersebut
     fungsi keterampilan penguatan (reinforcement) itu adalah untuk memberikan ganjaran kepada siswa sehingga siswa akan berbesar hati dan meningkatkan partisipasinya dalam setiap proses pembelajaran.
     Menurut Usman(2005:73)
mengemukakan penguatan adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal maupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku murid,yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi si penerima (anak didik) atas perbuatannya sebagai tindak dorongan ataupun koreksi.

3) . KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI
           membuat variasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam perilaku keterampilan mengajar. Variasi dalam hal ini adalah menggunakan berbagai metode , gaya mengajar, sumber bahan pelajaran, media pengajaran, dan variasi dalam bentuk interaksi antara guru dan peserta didik.Menurut agung & wibawa,2014 salah satu hal yang mempengaruhi efektifitas kegiatan belajar di kelas adalah rasa bosan yang timbul pada diri siswa., guru dituntut untuk kreatif di dalam kelas untuk mengatasi atau mencegah datangnya rasa bosan pada siawa. Kreativitas guru tersebut dapat di tuangkan dalam keterampilan guru untuk melakukan variasi dalam mengajar. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan. Keterampilan mengadakan variasi ini dapat juga dipakai untuk pengunaan keterampilan mengajar yang lain, seperti dalam mengunakan ketrampilan bertanya memberi pengutan, menjelaskan dan
        Dari pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa Keterampilan mengadakan variasi adalah suatu proses perubahan dalam pembelajaran yang bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan serta berubahnya mood siswa dalam proses pembelajaran untuk menerima bahan pengajaran yang di berikan guru dan memusatkan perhatian siswa sehingga siswa agar dapat selalu aktif dan terfokus dalam proses pembelajaran. Keterampilan mengadakan variasi ini juga dapat digunakan untuk penggunaan lketerampilan mengajar yang lain, seperti dalam menggunakan keterampilan bertanya, memberi penguatan, menjelaskan dan sebagainya.

Tujuan dan manfaat keterampilan mengadakan variasi
Menurut Sukirman (2012: 266) terdapat beberapa poin penting yang menjadi tujuan dan manfaat     dari variasi  di antaranya yaitu:
  1.   Terciptanya proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. 
  2. Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan sebagai akibat dari kegiatan yang bersifat rutinitas. 
  3. Meningkatkan perhatian dan motivasi siswa. 
  4. Mengembangkan sifat keingintahuan siswa terhadap hal-hal yang baru. 
  5. Menyesuaikan model pembelajaran dengan cara belajar siswa yang berbeda-beda Meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa.

TUJUAN MENGADAKAN VARIASI BELAJAR  
           Dalam mengadakan variasi dalam sebuah pembelajaran guru perlu mengerti dan memahami terlebih dahulu apa sebenarnya tujuan dari mengadakan variasi tersebut. Setelah guru mengetahui hal tersebut maka guru akan lebih mudah menerapkan pembelajaran di dalam kelas. Adapun  tujuan pokok dari pengadaan variasi dalam kelas  antara lain      :

1. Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran
2. Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
3. Meningkatkan kadar CBSA dalam proses belajar mengajar dengan melibatkan siswa dengan berbagai tingkat kognitif.

MANFAAT KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI
             dalam mengadakan variasi di dalam proses belajar mengajar seorang guru harus memperhatiakan hal-hal sebagai berikut :
1. Keterampilan mengajar variasi serta hubungannya dengan keterampilan-keterampilan guru profesionnal lainnya, seperti penguasaan berbagai metode mengajar dan keterampilan mengajukan pertanyaan.
2. Penggunaan berbagai ketrampilan mengajar dengan variasi perlu direncanakan sebelumnya dan sebaliknya dicantumkan dalam satuan pelajaran yang harus disusun sebagai persiapan mengajar.
3. Penggunaan variasi sangat dianjurkan, tetapi harus luwes dan wajar serta sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Pemakaian variasi yang berlebihan justru akan menimbulkan kebingungan dan mengganggu proses belajar mengajar. oleh karena itu guru perlu memperhatikan reaksi siswa, baik reaksi tingkah laku ataupun reaksi perhatian siswa.

KOMPONEN – KOMPONEN KETERAMPILAN MENGAJAR MENGADAKAN VARIASI.
       Variasi dalam mengajar dapat dilakukan dengan penggunaan suara maupun dengan isyarat-isyarat       non verbal, seperti pandangan mata, ekspresi roman muka, gerak-gerik tangan atau kepala dan gerak badan. Selain itu masi ada isyarat ekstra verbal yaitu intonasi dan warna serta bunyian. Komponen utama dalam mengadakan variasi adalah :

                                     Variasi dalam gaya mengajar

1. Penggunaan variasi suara.  
             Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dari    tinggi menjadi rendah, dari cepat menjadi lambat, dari gembira menjadi sedih, atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-kata tertentu.

2. Pemusatan perhatian siswa.
              Guru dapat memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap penting dapat dengan gaya bahasa menurut kebutuhan anak.

3. Kesenyapan guru.
                 Adanya kesenyapan, atau “selingan diam” yang tiba-tiba dan disengaja selagi guru menerangkan sesuatu, merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa.

4. Mengadakan kontak pandang dan gerak. 
            Apabila guru sedang berbicara atau berinteraksi dengan siswanya, sebaiknya pandangan menjelajahi seluruh kelas dan melihat ke mata murid-murid untuk menujukkan adanya hubungan yang akrab dengan mereka.

5. Gerakan badan dan mimik.
            Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, dan gerakan 
badan adalah aspek yang sangat pentingdalam berkomunikasi. Gunanya untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan lisan yang di maksudkan.

6. Pergantian posisi guru di dalam kelas.  
         Pergantian guru di dalam kelas dapat di gunakan untuk mempertahankan perhatian siswa. Terutama sekali dalam menyampaikan pelajaran di dalam kelas, gerakan hendaknya bebas,tidak kikuk atau kaku, dan hindari tingkah laku negatif.

   Variasi dalam penggunaan media pembelajaran
        Media pembelajaran, apabila di tinjau dari indera yang di gunakan, dapat di golongkan ke dalam tiga bagian,yakni dapat di dengar, dilihat, dan diraba. Pergantian penggunaan jenis yang lain mengharuskan anak menyesuaikan inderanya, sehingga dapat mempertinggi perhatisnya. Hal itu karena setiap mempunyai perbedaan kemampuan dalam menggunakan alat inderanya. Ada anak yang termasuk tipe visual, auditif, atau motorik.
1. Variasi yang dapat dilihat
      Media yang termasuk ke dalam jenis ini ialah:grafik, bagan, poster, gambar, film, dan slide.
2. Variasi media yang dapat didengar
      Suara guru termasuk di dalam media komunikasi yang utama didalam kelas. Rekaman suara, suara radio, musik, deklamasi, puisi, sosiodrama, telepon, dapat di pakai sebagai penggunaan indera dengan di variasikan dengan indera lainya.
3. Variasi media yang dapat diraba, di manipulasi dan di gerakan
     Yang termasuk di dalam hal ini, misalnya peragaan yang di lakukan oleh guru atau siswa, model, patung, topeng, dan boneka yang dapat di gunakan anak untuk di raba, di pergerakan dan di manipulasi.
4. Variasi media yang dapat di dengar
        Media yang termasuk ini, misalnya film, televisi,slide projektor yang di iringi penjelasan guru. Tentu saja penggunanyaa sesuai dengan tujuan yang hendak di capai.

Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa
            Pola interaksi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar nemiliki corak yang sangat beraneka ragam. Mulai dari kegiatan yang di dominasi oleh guru sampai kegiatan mandiri yang di lakukan oleh siswa. Hal ini bergantung pada ketrampilan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Penggunaan variasi pola interaksi guru-siswa dan siswa-siswa agar kegiatan pembelajaran tidak menimbulkan kebosanan, kejenuhan. Suasana kelas pun menjadi hidup.


PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAAN KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI

1. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang          hendak dicapai. Penggunaan variasi yang wajar dan beragam dianjurkan dalam prinsip ini. Sedang
kan pemakaian yang berlebihan akan menimbulkan kebingungan dan dapat mengganggu proses belajar mengajar.
2. Variasi harus digunakan dengan lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak mengganggu proses pembelajaran.
3. Variasi harus direncanakan secara baik, dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran.

Dari pernyataan diatas dapat saya simpulkan mengenai keterampilan mengadakan variasi ialah:
Keterampilan mengadakan variasi adalah suatu proses perubahan dalam pembelajaran yang bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan serta berubahnya mood siswa dalam proses pembelajaran untuk menerima bahan pengajaran yang di berikan guru dan memusatkan perhatian siswa sehingga siswa agar dapat selalu aktif dan terfokus dalam proses pembelajaran. Keterampilan mengadakan variasi ini juga dapat digunakan untuk penggunaan lketerampilan mengajar yang lain, seperti dalam menggunakan keterampilan bertanya, memberi penguatan, menjelaskan dan sebagainya.

KETERAMPILAN MENJELASKAN
           Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan suatu yang belum diketahui.

Tujuan Memberikan Penjelasan
a) Membimbing siswa untuk dapat memahami ilmu pengetahuan secara objektif dan bernalar
b) Melatih siswa untuk senantiasa berkonsentrasi dalam menyimak penjelasan guru sehingga melibatkan mereka untuk berpikir sambil memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan
c) Untuk mendapat respon dan timbal balik siswa mengenai tingkat pemahamannya serta untuk mengatasi kesalahpahaman mereka
d) Membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dengan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah tersebut





   DAFTAR PUSTAKA

Supriyadi. 2013. Strategi Belajar & Mengajar. Yogyakarta: Jaya Ilmu.
Udin Syaefudin Saud. 2009. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.
Suwarna, dkk. 2005. Pengajaran Mikro. Yogyakarta: Tiara Wacana.












Komentar

Posting Komentar